Pages

About

Senin, 30 April 2012

DERBY DELLA MADONNINA

della-madonnina

Liga italia pekan ke-18 menghadirkan derby milan atau yang biasa disebut derby della madonnina edisi perdana di musim 2011/2012. Derby  ini disebut “Derby della Madonnina” untuk menghormati salah satu tempat wisata utama kota Milan, patung Bunda Maria di atas Duomo, yang biasanya disebut “Madonnina”.
performa inter yang sedang menanjak akan menjadikan laga kali ini lebih seru. seperti yang kita ketahui muism ini inter milan memulai start serie A dengan terseok-seok sebelum memecat gasperini yang kemudian digantikan renieri. inter kini sudah berada di posisi ke-5 dengan poin 29.
milan sendiri sekarang berada di posisi teratas klasmen serie A dengan 37 poin, hanya unggul selisih gol dari juventus yang mengoleksi poin yang sama. bagi keduanya, memenangkan laga ini akan meningkatkan motivasi untuk persaingan perebutan gelar scudetto musim ini.
berikut sejarah singkat rivalitas antara milan vs inter milan
Rivalitas Budaya
Pada Tgl 16 Desember 1899 Alfred Edward dan kawan- kawan mendirikan Milan cricket dan Football Club. Edward adalah seorang Mantan Wakil Konsulat Inggris di Milan, Yang Terkenal di kalangan Masyarakat kelas atas di Milan. dan Dia menjadi Presiden Terpilih yang Pertama, Awalnya Tim Cricket di kelola oleh Edward Bera dan Sepakbola di kelola oleh David Allison, Lalu Milan Menjadi Tim yang Hebat di bawah Herbert Kiplin dan Tropi Pertama yg dimenangkan adalah Medaglia del Re (King’s Medal) pada thn 1900, dan kemudian memenangkan Piala Liga Nasional pada thn 1901,1906,1907
Pada tahun 1908 Isu tentang Pemakaian Pemain Asing menyebabkan Perpecahan dan Berdirilah FC Internazionale Milan.Inter di juluki Kaum Borjuis (Pembual) , Sedangkan Milan di juluki kaum casciavit (pekerja) Selama tahun 1960 Inter lebih Berhasil dan menonjol daripada Milan, dengan memenangkan Pila Eropa 2 kali dan Pila Intercontinental 2 kali. Namun Pada  Akhir 1980-1990  di Era Silvio Berlusconi Milan menjelma menjadi Klub yg menakutkan dan di segani, dan  Milan adalah Tim yg lebih Dominan dengan Banyaknya Piala yg dimenangkan baik di Liga maupun di Eropa
Kemenangan Besar (Tidak termasuk Pertandingan Persahabatan)
Milan
* Milan 6-3 Inter on 30 April 1911 in Campionato
* Inter 0–4 Milan on 1 April 1917 in Coppa Regionale Lombarda
* Milan 8-1 Inter on 3 March 1918 in Coppa Mauro (the most emphatic scoreline in derby history)
* Inter 0–4 Milan on 13 October 1918 in Coppa Giurati
* Inter 2–5 Milan on 16 February 1919 in Coppa Mauro
* Milan 5-3 Inter on 27 March 1960 in Campionato
* Milan 4-0 Inter on 27 June 1963 in Torneo Città di Milano
* Milan 6-4 Inter on 26 June 1969 in Torneo Città di New York
* Milan 5-0 Inter on 8 January 1998 in Coppa Italia
* Inter 0–6 Milan on 11 May 2001 in Campionato
Inter
* Milan 0–5 Inter on 6 February 1910 in Campionato
* Inter 5-1 Milan on 17 February 1910 in Campionato
* Inter 5-2 Milan on 22 February 1914 in Campionato
* Inter 5-4 Milan on 6 November 1932 in Campionato
* Inter 6-5 Milan on 6 November 1949 in Campionato
* Inter 5-2 Milan on 28 March 1965 in Campionato
* Inter 4-0 Milan on 2 April 1967 in Campionato
* Milan 1–5 Inter on 24 March 1974 in Campionato
* Milan 0–4 Inter on 29 August 2009 in Campionato
Head to head
Pertemuan   Inter Menang   Seri    Milan Menang    Inter Gol    Milan Gol
Serie A
176 64 52                    60 255 236
Coppa Italia
23                    7                      7 9 22 32
UEFA Champions League
4                      0                      2 2 1 6
Pertemuan Lainnya
72                    24                   11 37 163 159
Total
275                  95               72 108 442 433
Top Skor (5 Pemain teratas)
Pemain                            Klub                Gol
Andriy Shevchenko      Milan                14
Giuseppe Meazza           Inter, Milan    13
Gunnar Nordah              Milan                 11
Istvan Nyers                   Inter                  11
Enrico Candiani             Inter, Milan    10

Milan Ke Inter
  • 1960: Lorenzo Buffon - Through Genoa
  • 1982: Fulvio Collovati
  • 1998: Roberto Baggio - Through Bologna
  • 1999: Christian Panucci - Through Real Madrid
  • 2000: Cristian Brocchi - Through Pro Sesto, Lumezzane and Verona, then back to A.C. Milan again in 2001
  • 2001: Dražen Brnčić
  • 2001: Andrés Guglielminpietro
  • 2001: Francesco Toldo - Through Verona, Trento, Ravenna and Fiorentina
  • 2002: Francesco Coco
  • 2002: Ümit Davala
  • 2003: Thomas Helveg
  • 2004: Edgar Davids - Through Juventus and FC Barcelona
  • 2006: Patrick Vieira - Through Arsenal and Juventus
  • 2010: Leonardo - Untuk Pelatih
Inter Ke Milan
  • 1940: Giuseppe Meazza - Then back to Internazionale again in 1946 through Juventus, Varese and Atalanta
  • 1974: Aldo Bet - Through Roma and Verona
  • 1982: Aldo Serena
  • 1998: Maurizio Ganz
  • 1999: Taribo West
  • 2001: Andrea Pirlo
  • 2002: Clarence Seedorf
  • 2002: Dario Šimić
  • 2004: Hernán Crespo - Through Chelsea on loan, then back to Internazionale again in 2006
  • 2005: Christian Vieri
  • 2006: Giuseppe Favalli
  • 2007: Ronaldo - Through Real Madrid
  • 2010: Mancini - Played for Milan on loan from Internazionale
  • 2010: Zlatan Ibrahimović - Through Barcelona
forza milan,,

persaingan scudetto musim 2012

Persaingan Juve-Milan Terasa Spesial Bagi Pirlo



AC Milan dan Juventus menjadi dua klub yang saling bersaing demi scudetto musim ini. Menariknya, hal ini justru terasa bagi Andrea Pirlo.
Mantan playmaker Milan yang kini berkostum Juventus itu senang bisa membantu I Bianconeri bersaing untuk titel juara Serie-A dengan mantan klubnya tersebut.
“Kami tahu Rossoneri akan berjuang hingga akhir. Jelas setelah bermain di sana (Milan) selama sepuluh tahun, persaingan ini terasa spesial buatku,” papar Pirlo di situs resmi Juventus.
Pemain berusia 32 tahun itu menambahkan, “Kami telah melihat kemajuan di tiap laganya dan itu meningkatkan harga diri kami. Aku dengan cepat beradaptasi di sini, terbantu dengan fakta aku telah mengenal beberapa pemain di sini untuk bertahun-tahun.”
Terbukti memang langkah Pirlo hengkang dari San Siro pada awal musim adalah langkah tepat. Bersama Juventus, Pirlo mengaku mendapatkan gairah baru. “Berada di tim baru memberikan motivasi lebih bagiku,” tutupnya.